Pages

Beritakan Tragedi Mesir Tidak Sesuai Fakta, Metro Tv sering kali berdusta

Rabu, 21 Agustus 2013
Photo: Beritakan Tragedi Mesir Tidak Sesuai Fakta, 

Metro Tv sering kali berdusta

Jakarta (SI Online) - Wakil Ketua Forum Rektor (Forek) seIndonesia Taufan Maulamin, menyatakan keberatannya kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atas pemberitaan Metro TV.

Dia mengatakan, Metro TV telah berdusta dalam pemberitaan
soal Mesir. 

“Dalam tayangan Metro TV (MHI), Kamis (15/8/2013),
televisi pemberitaan tersebut memberitakan bahwa korban
jiwa di Mesir hanya 421 jiwa,” tulis Taufan dalam suratnya ke
KPI.

Selain itu, Metro TV seakan hendak menyudutkan kaum
Muslimin sebagai bersalah dalam krisis politik Mesir mutakhir
ini. Sejatinya kaum Muslimin menjadi korban kebiadaban
teroris militer pimpinan Al-Sisi.

“Dalam tayangan sore itu juga, Metro TV seakan-akan
menyalahkan kaum Muslimin dan rakyat Mesir pro Presiden
Muhammad Mursi sebagai ‘biang kerok’ kerusuhan di Mesir
dengan menayangkan sebuah gereja yang terbakar,” lanjut
Wakil Rektor Universitas Az-Zahra ini.

Selanjutnya Taufan mengungkapkan, dalam tayangan
tersebut, Metro TV juga mengabarkan bahwa korban jiwa
kebanyakan adalah anggota Ikhwanul Muslimin (IM) dan
rakyat Mesir karena bentrok dengan kelompok anti Mursi. Ini
tak sesuai fakta.

Padahal realitasnya, dan ini terekam pada gambar foto dan
video, bahwa kaum Muslimin Mesir meninggal dunia karena
dibantai oleh pasukan junta militer yang juga pelaku kudeta
Mesir.

Belangnya kebangetan kelihatan.. 
akarta (SI Online) - Wakil Ketua Forum Rektor (Forek) seIndonesia Taufan Maulamin, menyatakan keberatannya kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atas pemberitaan Metro TV.

Dia mengatakan, Metro TV telah berdusta dalam pemberitaan
soal Mesir.

“Dalam tayangan Metro TV (MHI), Kamis (15/8/2013),
televisi pemberitaan tersebut memberitakan bahwa korban
jiwa di Mesir hanya 421 jiwa,” tulis Taufan dalam suratnya ke
KPI.

Selain itu, Metro TV seakan hendak menyudutkan kaum
Muslimin sebagai bersalah dalam krisis politik Mesir mutakhir
ini. Sejatinya kaum Muslimin menjadi korban kebiadaban
teroris militer pimpinan Al-Sisi.

“Dalam tayangan sore itu juga, Metro TV seakan-akan
menyalahkan kaum Muslimin dan rakyat Mesir pro Presiden
Muhammad Mursi sebagai ‘biang kerok’ kerusuhan di Mesir
dengan menayangkan sebuah gereja yang terbakar,” lanjut
Wakil Rektor Universitas Az-Zahra ini.

Selanjutnya Taufan mengungkapkan, dalam tayangan
tersebut, Metro TV juga mengabarkan bahwa korban jiwa
kebanyakan adalah anggota Ikhwanul Muslimin (IM) dan
rakyat Mesir karena bentrok dengan kelompok anti Mursi. Ini
tak sesuai fakta.

Padahal realitasnya, dan ini terekam pada gambar foto dan
video, bahwa kaum Muslimin Mesir meninggal dunia karena
dibantai oleh pasukan junta militer yang juga pelaku kudeta
Mesir.

Belangnya kebangetan kelihatan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan pake kata-kata kotor .